Laman

Selasa, 03 Desember 2013

GALLERY FOTO - CIANJUR TEMPO DOLOE

GALLERY FOTO - CIANJUR TEMPO DOLOE

 BATAS CIANJUR-PANEMBONG 

 
RUMAH SAKIT PARU-PARU Thn.1963
 

PEMBUATAN JALAN REKETA API CISOKAN ABAD 19

 
 SUNGAI CITARUM DARI ARAH CIANJUR

 
ALUN-ALUN CIANJUR 


MESJID AGUNG












cinderamata - cianjur

CINDERAMATA - Cianjur


Sanggar Bambu
Aneka kerajinan dibuat dari bambu oleh pengrajin di Kota Cianjur seperti tudung saji, nampan, lampu duduk sangat artistik dan unik. Sanggar bambu ini mendapat penghargaan upakarti tahun 1992.



Lentera Gentur
Lentera Gentur dibuat dari kuningan dan bahan kaca berwarna dengan desain yang artistik merupakan salah satu kerajinan rakyat Cianjur yang sudah terkenal, berlokasi di Kecamatan Warungkondang.

Keramik
Kerajinan keramik berlokasi di Kecamatan Ciranjang pada satu sentra produksi dan satu unit usaha oleh lima orang pengrajin. Ruangan rumah akan bertambah anggun dan artistik bila kerajinan ini dipasang secara serasi.

Miniatur Kecapi
Kerajinan Miniatur Kecapi terbuat dari logam atau kayu yang dibuat sesuai dengan aslinya.Alat musik ini biasa digunakan untuk mengiringi tembang Cianjuran termasuk berbagai jenis lagu sunda lainnya.

Sangkar Burung
Sangkar Burung, satu kerajinan yang bernilai ekonomis produktif berlokasi di Kecamatan Karangtengah. Kerajinan Sangkar Burung telah mendapat penghargaan Nasional Upakarti tahun 1994.

BERAS PANDAN WANGI - Cianjur

BERAS PANDAN WANGI - Cianjur


Pendahuluan
Pandanwangi adalah beras khas Cianjur berasal dari padi bulu varietas local. Karena nasinya yang beraroma pandan, maka padi dan beras ini sejak tahun 1973 terkenal dengan sebutan “Pandanwangi”
Keunggulan Spesifik
Jenis padi varietas lokal Cianjur yang menghasilkan beras Cianjur Asli Pandanwangi termasuk varietas Javonica atau biasa dikenal padi bulu, mempunyai keunggulan rasa sangat enak, pulen dan beraroma wangi pandan.
Karena rasanya sangat khas tersebut maka harga berasnya cukup mahal bias dua kali lipat harga beras biasa.
Deskripsi
Umur tanaman 150 -165 hari, tinggi tanaman 150 – 170 cm, untuk gabah (endosperm) bulat / gemuk berperut, bermutu, tahan rontok, berat 1000 butir gabah 300 gr, rasa nasi enak, beraroma pandan, kadar amylase 20% potensi hasil 6 – 7 Ton/Ha malai kering pungut.
Kandungan Giji
No
Parameter
Satuan
Hasil
1.
Kadar Protein
%
8.97
2.
Kadar Lemak
%
0,32
3.
Kadar Gula Pereduksi
%
63,39
4.
Fe
Ppm
4,65
5.
Cu
Ppm
6,42
6.
Kalori
Kg/g
14,81
Sumber Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2001
Sentra produksi
Varietas unggulan local Pandanwangi cocok ditanam di dataran sedang dengan ketinggian 700 m DPL dan yang paling terkenal dari daerah Kecamatan Warungkondang, Cugenang, Cibeber, Cianjur, Cilaku dan Kecamatan Campaka, uniknya apabila di tanam di luar daerah tersebut rasanya berbeda dan aromanya tidak muncul. Hingga saat ini belum ada kualitas pandanwangi yang dapat menandingi kualitas pandanwangi dari daerah/Kecamatan-Kecamatan tersebut diatas. Hal ini belum ada penelitian secara khusus yang  bias menjelaskan fenomena tersebut.
Daerah Sentra Produksi
Kecamatan
Kel. Tani (BH)
Jumlah Anggota
Luas Sawah
Tani Pandanwangi
Dikomsumsi
Dijual (Ton)
Warungkondang
28
2.597
2.985
760
348
5.950
Cibeber
20
818
3.200
315
216
1.864
Cugenang
14
912
2.174
357
468
Cilaku
31
412
2.574
210
143
1.329
Cianjur
14
494
1.206
183
187
901
Campaka
2
40
2.800
15
12
76
Jumlah
78
4.870
14.939
1.876
1.374
11.527

Pemasaran
Beras Cianjur Pandanwangi banyak dijual di toko-toko dan kios-kios beras sekitar kota Cianjur, dijajakan dalam berbagai ukuran dimulai dari 5 Kg sampai dengan 25 Kg / kemasan dalam berbagai grid atau kualitas diantaranya beras super, beras kepala I, beras kepala II sesuai dengan permintaan konsumen. Harga dipasaran antara Rp. 9000,00 sampai dengan Rp. 12.000,00 /Kg tergantung dari kualitas.
Kontak bisnis
No
Nama Perusahaan
Alamat
Kapasitas Produksi Ton / Bulan
Merk Dagang
1.
PB. Sukamulya
Kp. Cisurupan Ds. Sukamulya Warungkondang
15
Citra Sawargi Xiang Mi
2.
PB. Cibinong
Kp. Cibinong RT. 03 / 07 Ds. Ciwalen Warungkondang
5
P. Wangi
3.
PB. Pusaka
Ds. Bunikash RT. 26 / 07 warungkondang
6
Karya Tirta
4.
PB. Wangun
RT. 09 / 03 Ds. Bunikasih Warungkondang
6
Karya Tirta
5.
PB. Burung Nuri
Jl. Raya Seda Maya No. 160 Cibeber (0263) 334448
60
Burung Nuri
Elit Super
6.
PB. Sugih Mukti
Kp. Songgom RT. 01 / 01 Ds. Cikondang Cibeber (0263) 334400
20
Sugih Mukti
7.
PB. Hikmah
Jl. Raya Cibeber KM. 13 (0263) 334177, 334277
5
Hikmah
8.
CV. Quasindo
Jl. Merak No. 25 Semarang 50174 Tlp. 024-3568515 Fax. 024-3581453 E-mail. Quasindo_smg@Yahoo.com
15
Xiang Mi
9.
PB. Joglo
Cibinong Rancagoong (0263) 265602, 267596
60
Istana Joglo Kepala
10.
PB. Budi Asih
Jl. Cokroaminoto No. 28 Cianjur (0263) 261483
60
Istana Joglo Kepala
11.
PB. Sd. Asih
Jl. Babakan Pandan (0263) 266789
60
-
12.
PB. OKH
Jl. Raya Sukabumi Bayubud
60
-
.
Artikel Terkait :


































































gambar :



TAUCO - CIANJUR

TAUCO - CIANJUR



           
           Tauco merupakan salah satu jenis makanan khas Cianjur yang berasal dari kebudayaan Cina. Terbuat dari kacang kedelai pilihan yang diproses secara tradisional, tauco ini berasa sangat enak dan gurih. Seringkali orang mengkonsumsi tauco sebagai sambal atau teman makan nasi. Berbagai toko makanan khususnya makanan khas Cianjur menjual tauco tersebut dengan berbagai ukuran botol yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Pabrik tauco tertua di Cianjur adalah pabreik tauco Cap Meong yang didirikan pada tahun 1980

MANISAN - CIANJUR

MANISAN - CIANJUR


           Manisan salah satu ole-ole yang cukup digemari oleh masyarakat luar Cianjur yang singgah di kota Cianjur ini, terbuat dari buah-buahan mentah atau sayuran yang diawetkan dengan bahan pemanis gula pasir yang diberi pewarna untuk menguatkan selera makan, mudah didapat di sepanjang jalan Raya Bandung, atau Dr.Muwardi di sepanjang jalan cugenang serta jalan Cipanas.




PENCAK SILAT

PENCAK SILAT


Sejak dulu Cianjur dikenal dengan Seni Bela Diri Pencak Silat yang menghasilkan berbagai aliran terkenal, antara lain aliran Cikalong, Cimande dan Sabandar.
Pencipta dan penyebar aliran Pencak Silat Cikalong adalah R. Djajaperbata atau dikenal dengan nama R.H. Ibrahim. Aliran ini mempunyai ciri permainan rasa yaitu sensitivitas atau kepekaan rasa yang mampu membaca segala gerak lawan ketika anggota badan saling bersentuhan dan dapat melumpuhkannya. Ciri lain adalah ilmu pukulan (ulin peupeuhan-bahasa sunda) yang mengandalkan kecepatan gerak dan tenaga ledak. R.H. Ibrahim meninggal tahun 1906 dimakamkan di pemakaman keluarga Dalem Cikundul, Cikalong Kulon Cianjur.

Pada era yang sama, di Cianjur muncul tokoh Pencak Silat bernama Muhammad Kosim di Kampung Sabandar Karang Tengah Cianjur dikenal sebagai Mama Sabandar. Salah satu ciri aliran ini ialah kemahiran dalam mengeluarkan tenaga yang dikenal dengan nama Liliwatan.

Dalam perkembangannya, Pencak Silat Cianjur menghasilkan aliran-aliran baru seperti aliran Cikaret, Bojongherang dll. Dalam dunia persilatan, Cianjur banyak menghasilkan tokoh-tokoh antara lain : R. Abah M. Sirod, R. Didi Muhtadi (Gan Didi), R.O. Saleh (Gan Uweh), Abah Aleh, R. Idrus, R. Muhidin dll. Sedangkan tokoh Maenpo (Pencak Silat Peupeuhan) antara lain : Rd. H. Ibrahim, H. Toha, Aa Dai, Wa Acep Tarmidi, Abah Salim, Adung Rais dan yang lainnya.

CIANJURAN

CIANJURAN


Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran lahir dari hasil cipta, rasa dan karsa Bupati Cianjur R. Aria Adipati Kusumahningrat atau yang dikenal dengan sebutan Dalem Pancaniti yang menjadi Pupuhu (Pemimpin) tatar Cianjur tahun 1834-1861.
Dengan keluhuran rasa seni Dalem Pancaniti, kesenian tersebut menjadi inspirasi lahirnya suatu karya seni yang sekarang disebut Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran. Dalam tahap penyempurnaan hasil ciptaannya Dalem Pancaniti dibantu oleh seniman kabupaten yaitu : Rd. Natawiredja, Bapak Aem dan Maing Buleng. Para seniman tersebut mendapat izin dari Dalem Pancaniti untuk menyebarkan lagu-lagu hasil ciptaan Dalem Pancaniti.

Setelah Dalem wafat tahun 1861, Bupati Cianjur dilanjutkan oleh putranya R.A.A. Prawiradiredja II (1861-1910), Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran aturannya disempurnakan lagi, dengan diiringi oleh kempringan suara kecapi dan gelik suara suling. Sekarang ini Tembang Sunda Cianjuran sudah terkenal bukan saja di Nusantara, tetapi juga ke mancanegara. Untuk melestarikan kesenian tradisional, secara berkala diselenggarakan Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran, baik lokal maupun Regional/Nasional ( Jawa Barat , Banten dan DKI Jakarta ).